Spesifikasi
| Prosesor | Intel Core i3-1315U (Raptor Lake, 12th Gen) |
| GPU | Intel UHD Graphics (Integrated) |
| Layar | 14" FHD (1920ร1080), 60 Hz |
| 100% sRGB | Tidak |
| RAM | 8 GB (2 slot SO-DIMM, upgradeable) |
| Storage | 2 slot SSD (upgradeable) |
| Upgrade | RAM + SSD |
| Baterai / Charger | 42 Wh / 65 W |
| Cooling | 1 Fan |
| Office | Office Home & Student (OHS) โ |
| Backlit Keyboard | Ada โ |
| Numpad | Tidak |
| Garansi | 3 Tahun ยท 1 Tahun ADP |
| Merk | ASUS |
| Model | ExpertBook P1 |
| Harga | Rp 9.700.000 |
Catatan data: harga belum tercantum di sumber, jadi laptop ini belum masuk filter rentang harga.
Benchmark CPU: Intel Core i3-1315U
| Performa Single-Core | 3.285 |
| Performa Multi-Core | 11.109 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Garansi 3 Tahun plus ADP di Kelas Budget
Ini nilai jual yang paling konkret. Kombinasi garansi 3 tahun ditambah 1 tahun ADP jarang ditemui di kelas budget, karena mayoritas kompetitor berhenti di 1 sampai 2 tahun tanpa perlindungan kerusakan tidak disengaja. Sebagai pembanding di project ini, Lenovo IdeaPad Slim 3 14IRU8 menawarkan 2 tahun plus ADP dan Acer Aspire GO 14 berhenti di 1 tahun.
Untuk laptop yang dipakai bekerja setiap hari atau dibawa mahasiswa ke kampus, masa garansi panjang berarti total cost of ownership lebih rendah. OHS yang sudah dibundel juga memangkas pengeluaran awal, karena lisensi Office biasanya perlu dianggarkan terpisah.
Dua Slot RAM dan Dua Slot SSD
Ruang upgrade di laptop ini termasuk paling lapang di kelasnya. Tersedia 2 slot SO-DIMM untuk RAM dan 2 slot SSD, dan konfigurasi seperti itu makin langka karena banyak pabrikan mulai menyolder RAM permanen di kelas budget maupun ultrabook.
Namun tradeoffnya adalah kapasitas bawaan yang cuman 8 GB, dan angka itu sudah di batas bawah untuk Windows 11 di 2026. Konsekuensinya, menambah satu keping RAM praktis jadi keharusan sejak awal pemakaian, bukan pilihan. Untungnya slot keduanya memang kosong, jadi keping bawaan tidak perlu dibuang.
Core i3-1315U dan Baterai 42 Wh
Intel Core i3-1315U mencatat Passmark Multi-Core 11.109, dan angka itu memadai untuk Office, browsing dengan banyak tab, dan meeting online. Namun tradeoffnya adalah skor Multi-Core yang berhenti di 15 dari 100 menunjukkan bahwa laptop ini bukan untuk beban berat seperti rendering atau kompilasi besar.
Baterai 42 Wh juga tergolong kecil, terutama dibanding Acer Aspire Lite AL14-42P yang membawa 58 Wh di kelas harga lebih rendah. Selisih 16 Wh itu terasa nyata di pemakaian harian, meski suffix U pada prosesornya membantu menekan konsumsi daya. Sistem pendinginnya juga cuman satu kipas, wajar untuk kelas ini tapi berarti beban berat akan cepat memicu throttling.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Garansi 3 tahun plus 1 tahun ADP, terpanjang di kelas budget
- OHS sudah dibundel, Office original tanpa biaya tambahan
- Dua slot RAM dan dua slot SSD, ruang upgrade paling lapang
- Backlit keyboard tersedia
- Bodi 14 inch, praktis dibawa harian
- Charger 65 W
Kekurangan
- RAM bawaan cuman 8 GB, praktis wajib ditambah
- Baterai cuman 42 Wh, terkecil di kelasnya
- Layar tanpa 100% sRGB, warna tidak akurat
- Cooling satu kipas
- Passmark Multi-Core 11.109, terbatas untuk beban berat
- Tidak ada numpad
- Harga belum tercantum di sumber
Kesimpulan
ASUS ExpertBook P1 dibeli karena dukungan purna jual dan ruang upgrade-nya, bukan karena spesifikasi bawaannya. Garansi 3 tahun plus ADP, OHS bundled, serta dua slot RAM dan dua slot SSD adalah paket yang sulit ditandingi di kelas budget.
Namun tradeoffnya adalah RAM 8 GB dan baterai 42 Wh, dua hal yang menunjukkan di mana anggarannya dipangkas. Jadi misal pengguna tidak berencana menambah RAM sendiri, maka laptop lain dengan 16 GB bawaan akan lebih memuaskan sejak hari pertama.
Direkomendasikan untuk: Pekerja kantoran dan mahasiswa yang memprioritaskan garansi panjang dan bersedia menambah RAM sendiri sejak awal.