Gaming Update: Agustus 2026 [ Harga Agustus 2026 ]

Review ASUS TUF A15 FA506NCG RTX 3050

Diterbitkan: 10 Agustus 2026
ASUS TUF A15 FA506NCG memasangkan Ryzen 7 7445HS dengan RTX 3050 4 GB di TGP 75 W dan panel 15,6 inch 144 Hz di harga Rp13,4 juta. Dua slot upgrade yang masih kosong jadi nilai jualnya, namun tradeoffnya adalah RAM bawaan cuman 8 GB dan panelnya berhenti di 62,5% sRGB.
4.2
โญโญโญโญโ˜†
Skor keseluruhan dari 5

Spesifikasi

ProsesorAMD Ryzen 7 7445HS (8 Core / 16 Thread, up to 4.7 GHz)
GPUNVIDIA GeForce RTX 3050 4 GB GDDR6 โ€” TGP 75 W
Layar15.6" FHD (1920ร—1080) IPS, 144 Hz, 250 nits
100% sRGBTidak (62.5% sRGB)
RAM8 GB DDR5 5600 MHz (1 slot SO-DIMM masih kosong)
Storage512 GB SSD M.2 2280 NVMe Gen 4 (1 slot M.2 masih kosong)
UpgradeRAM + SSD
Baterai48 Wh (klaim pabrikan s/d 3 jam)
CoolingNo Data
Bobotยฑ2.30 kg ยท Tebal 2.45 cm
GaransiNo Data
MerkASUS
ModelFA506NCG
HargaRp 13.400.000

Catatan data: data cooling dan garansi belum tercantum di sumber, jadi ditulis No Data sampai ada konfirmasi.

Benchmark CPU: AMD Ryzen 7 7445HS

Single-Core Performance 67
Multi-Core Performance 28
Power Efficiency 72
Integrated Graphics 43
NanoReview Final Score 52
Performa Single-Core3.488
Performa Multi-Core18.718

Sumber: NanoReview ยท PassMark

Benchmark Gaming

GameSettingFPS
Dota 2Full HD+, High129 FPS
Forza Horizon 5Full HD+, High96 FPS
Delta ForceFull HD77 FPS

Pengujian dilakukan setelah RAM di-upgrade ke 16 GB ยท Agustus 2026

Angka 129 FPS di Dota 2 dan 96 FPS di Forza Horizon 5 pada setting High membuktikan bahwa panel 144 Hz di laptop ini memang bisa dimanfaatkan, bukan sekadar angka di brosur. Delta Force di 77 FPS juga masih nyaman untuk judul shooter, meski di bawah refresh rate panelnya.

Namun ada satu hal penting yang perlu digarisbawahi. Pengujian di atas dilakukan setelah RAM di-upgrade ke 16 GB, bukan pada konfigurasi bawaan 8 GB single channel. Jadi angka-angka itu menggambarkan potensi laptop setelah slot kosongnya diisi, bukan performa yang didapat langsung dari kotak. Ini memperkuat kesimpulan sebelumnya bahwa menambah satu keping DDR5 sejak awal bukan pilihan, melainkan keharusan.

Ryzen 7 7445HS โ€” CPU yang Tidak Jadi Penghambat

AMD Ryzen 7 7445HS membawa 8 core dan 16 thread dengan boost sampai 4,7 GHz, dan di kelas gaming Rp13 jutaan konfigurasi itu tergolong lapang. Skor Passmark Multi-Thread 18.718 menempatkannya di atas Core i5-13420H yang berhenti di 16.934, jadi untuk rendering ringan, kompilasi, atau membuka banyak tab sambil bermain, CPU-nya sangat mumpuni. Namun tradeoffnya adalah kekuatan CPU ini justru tidak terpakai penuh, karena yang membatasi frame rate di laptop ini adalah GPU-nya, bukan prosesornya.

Efisiensi dayanya juga terbilang baik di angka 72 dari 100, dan itu berarti suhu lebih terkendali di sesi panjang selama sistem pendinginnya memadai. Jadi misal pengguna membeli laptop ini untuk kerja berat sekaligus gaming ringan, maka sisi CPU-nya tidak akan jadi masalah dalam dua sampai tiga tahun ke depan.

RTX 3050 4 GB di TGP 75 W

Di sinilah letak kompromi utamanya. RTX 3050 versi 4 GB berbasis arsitektur Ampere yang dirilis 2022, jadi di 2026 posisinya sudah berada di dasar jajaran GPU gaming. TGP 75 W memang bukan yang tertinggi, namun angka itu wajar untuk bodi 15,6 inch dan masih menempatkannya di atas konfigurasi 45 W yang beredar di beberapa SKU lain.

VRAM 4 GB adalah batasan yang paling perlu dipahami sebelum membeli. Untuk game esport seperti Valorant, CS2, atau Dota 2 di setelan medium 1080p, kapasitas itu masih cukup dan panel 144 Hz bisa dimanfaatkan. Namun tradeoffnya adalah judul AAA keluaran 2024 ke atas rata-rata sudah meminta 6 GB sampai 8 GB VRAM di setelan tinggi, jadi pengguna harus menurunkan tekstur atau mengaktifkan DLSS untuk menjaga frame rate tetap stabil.

Sebagai pembanding, Acer Aspire 7 Pro A715 berada sedikit di bawahnya yaitu Rp12 juta - Rp13 juta dengan RTX 3050 di TGP 75 W juga, namun memakai Core i5-13420H yang Passmark Multi-Thread-nya berhenti di 16.934. Jadi keunggulan TUF A15 di rentang ini memang terletak di sisi CPU, bukan di GPU.

Dua Slot Upgrade yang Masih Kosong

Ini nilai jual yang paling konkret. Laptop ini datang dengan 8 GB DDR5 5600 MHz terpasang dan satu slot SO-DIMM yang masih kosong, ditambah satu slot M.2 2280 kosong di samping SSD 512 GB bawaannya. Artinya pengguna bisa menambah RAM jadi 16 GB atau 24 GB dan menambah SSD kedua tanpa perlu membuang komponen bawaan, dan fleksibilitas seperti itu makin langka di 2026 karena banyak pabrikan mulai menyolder RAM permanen.

Namun tradeoffnya adalah kapasitas bawaan 8 GB memang kurang untuk gaming di 2026, jadi upgrade ini bukan pilihan melainkan keharusan. Pengguna sebaiknya menganggarkan satu keping DDR5 tambahan sejak awal pembelian, karena menjalankan game modern di 8 GB single channel akan menurunkan frame rate secara nyata dibanding konfigurasi dual channel.

Panel 144 Hz dengan Cakupan Warna 62,5% sRGB

Panel 15,6 inch FHD IPS 144 Hz sudah tepat sasaran untuk gaming, karena refresh rate segitu membuat gerakan terasa jauh lebih mulus dibanding 60 Hz dan sesuai dengan kemampuan RTX 3050 di judul esport. Kecerahan 250 nits tergolong standar untuk kelas ini, cukup untuk ruangan tertutup namun akan terasa redup kalau dipakai dekat jendela di siang hari.

Yang perlu digarisbawahi adalah cakupan warnanya yang berhenti di 62,5% sRGB. Angka itu berarti warna yang tampil tidak akurat, jadi editing foto atau video yang hasilnya untuk publikasi sebaiknya tidak dikerjakan di panel ini. Untuk gaming dan pemakaian harian hal ini tidak jadi masalah, namun buat yang ngonten sebaiknya melirik SKU lain yang sudah bersertifikasi 100% sRGB.

Baterai 48 Wh dan Bobot 2,30 kg

Kapasitas 48 Wh adalah yang paling kecil di kelas gaming, dan klaim pabrikan sendiri hanya menyebut angka 3 jam. Jadi laptop ini pada dasarnya dirancang untuk dipakai dekat colokan, dan pengguna yang sering berpindah tempat tanpa akses listrik perlu mempertimbangkan hal ini serius. Sebagai pembanding, Acer Nitro V15 di kelas harga lebih tinggi membawa 76 Wh, dan selisih 28 Wh itu terasa nyata di pemakaian harian.

Bobot 2,30 kg dengan tebal 2,45 cm tergolong rata-rata untuk laptop gaming 15,6 inch. Angkanya masih masuk akal untuk dibawa ke kampus atau kantor beberapa kali seminggu, namun jelas bukan laptop yang nyaman dijinjing setiap hari.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Ryzen 7 7445HS 8 core, Passmark Multi-Thread 18.718
  • Satu slot RAM DDR5 dan satu slot M.2 masih kosong
  • RAM DDR5 5600 MHz, bukan DDR4
  • SSD NVMe Gen 4 512 GB sebagai bawaan
  • Panel 144 Hz sesuai kemampuan RTX 3050 di judul esport
  • Harga Rp13,4 juta dengan CPU kelas 8 core

Kekurangan

  • VRAM cuman 4 GB, terbatas untuk judul AAA terbaru
  • RAM bawaan 8 GB, praktis wajib di-upgrade sejak awal
  • Panel 62,5% sRGB, warna tidak akurat untuk kerja konten
  • Baterai 48 Wh, terkecil di kelas gaming
  • Kecerahan 250 nits, redup di ruangan terang
  • Data cooling dan garansi belum tercantum

Kesimpulan

ASUS TUF A15 FA506NCG masuk akal untuk pengguna yang mengutamakan kekuatan CPU dan ruang upgrade di anggaran Rp13,4 juta, misalnya mahasiswa teknik yang butuh 8 core untuk kompilasi tapi juga ingin bermain game esport di sela kuliah. Dua slot kosong itu membuat laptop ini bisa tumbuh mengikuti kebutuhan, dan hal tersebut memberi umur pakai lebih panjang daripada SKU dengan RAM soldered.

Namun tradeoffnya adalah VRAM 4 GB dan panel 62,5% sRGB, jadi misal prioritas pengguna adalah gaming AAA atau kerja konten, maka Acer Aspire 7 Pro A715 dengan RTX 3050 6 GB di harga sama akan lebih tepat.

Direkomendasikan untuk: Mahasiswa dan pekerja yang butuh CPU 8 core dengan gaming esport sebagai kebutuhan sekunder, dan bersedia menambah RAM sejak awal pemakaian.