Spesifikasi
| GPU | NVIDIA RTX 5050 8 GB โ TGP ยฑ115 W |
| Layar | 16" WUXGA (1920ร1200) IPS, 165 Hz, 100% sRGB |
| RAM | DDR5 SO-DIMM (Upgradeable) |
| Baterai | 90 Wh โ terbesar di kelas RTX 5050 |
| Adaptor | 240 W |
| Cooling | 2 Fan |
| Bobot | No Data |
| Model | FA608UH |
| Merk | ASUS |
| Harga | Rp 24.300.000 |
Benchmark CPU: AMD Ryzen AI 7 260
| Performa Single-Core | 3.743 |
| Performa Multi-Core | 28.167 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Baterai 90 Wh โ Terbesar di Kelas RTX 5050
Kapasitas 90 Wh adalah yang terbesar di seluruh laptop gaming kelas RTX 5050. Sebagai pembanding, Acer Nitro V15 membawa 76 Wh dan mayoritas kompetitor lain berhenti di kisaran 56 Wh sampai 60 Wh. Selisih 14 Wh sampai 34 Wh bukan angka kecil, karena setara dengan tambahan satu sampai dua jam pemakaian.
Untuk pemakaian di luar gaming, baterai ini bertahan 7 sampai 9 jam, level daya tahan yang jarang ditemui di laptop gaming dan sudah mendekati kelas ultrabook. Jadi pengguna bisa bekerja atau kuliah seharian tanpa charger, lalu bermain di malam hari sambil terhubung listrik. Inilah yang membedakan unit ini dari kompetitor yang memaksa penggunanya selalu dekat colokan.
RTX 5050 di TGP 115 W dengan Adaptor 240 W
TGP 115 W memastikan RTX 5050 berjalan di kapasitas penuh, bukan versi yang dipangkas seperti di banyak laptop lain. Adaptor 240 W yang disertakan juga bukan tanpa alasan, karena daya sebesar itu dibutuhkan untuk mengisi baterai 90 Wh dengan cepat sekaligus menopang konsumsi penuh CPU dan GPU saat gaming intens.
Kombinasi keduanya menunjukkan ASUS tidak memotong performa dari sisi power delivery, jadi GPU mendapat daya yang cukup tanpa throttling akibat adaptor yang kekurangan tenaga. Ini masalah yang sering luput diperhatikan pembeli, padahal adaptor yang terlalu kecil bisa membuat TGP tinggi jadi percuma.
Layar 16 Inch WUXGA 165 Hz
Panel 16 inch WUXGA (1920x1200) dengan aspek rasio 16:10 memberi ruang kerja vertikal lebih luas dibanding FHD 16:9, dan keuntungannya nyata saat multitasking, menulis kode, atau browsing karena lebih banyak konten terlihat tanpa perlu scroll.
Refresh rate 165 Hz berada di titik yang pas untuk gaming, lebih mulus dari 144 Hz namun tidak berlebihan. Yang penting, RTX 5050 di 115 W memang sanggup mengisi angka itu di judul esports maupun mid-demand, jadi refresh rate-nya benar-benar terpakai.
DDR5 dan Ekosistem ASUS TUF
RAM DDR5 SO-DIMM yang masih bisa di-upgrade memberi fondasi performa yang lebih modern sekaligus jalan keluar kalau kebutuhan naik. Dipadu reputasi build quality lini TUF yang sudah teruji, laptop ini dirancang untuk umur pakai panjang, baik dari sisi hardware maupun dukungan driver dari ASUS.
ASUS juga menyertakan Armoury Crate yang memudahkan pengaturan profil performa, fan curve, dan pemantauan suhu. Untuk pengguna yang ingin menyeimbangkan antara kebisingan dan frame rate, alat ini berguna karena TGP bisa diatur sesuai situasi.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Baterai 90 Wh, terbesar di seluruh kelas RTX 5050
- RTX 5050 di TGP penuh 115 W, tanpa pemangkasan
- Adaptor 240 W, power delivery tanpa hambatan
- Panel 16 inch WUXGA 165 Hz dengan aspek rasio 16:10
- Passmark Multi-Thread 28.167, tertinggi di kategori Gaming
- RAM DDR5 masih bisa di-upgrade
- Build quality lini ASUS TUF yang sudah teruji
Kekurangan
- Harga Rp24,3 juta, sudah menyentuh kelas RTX 5070 seperti MSI Crosshair A16 HX di Rp24,5 juta
- Data bobot belum tersedia
Perbandingan Sesama RTX 5050
| TUF A16 FA608UH | Nitro V15 RTX 5050 | Evol P15 RTX 5050 | |
| Harga | 21โ22 Juta | 15โ16 Juta | 15โ16 Juta |
| Baterai | 90 Wh โ | 76 Wh | โ |
| Layar | 16" WUXGA 165 Hz | 15" FHD 144 Hz | 15" FHD 144 Hz |
| RAM | DDR5 | DDR4 | DDR5 |
| Adaptor | 240 W โ | โ | โ |
| TGP GPU | 115 W | โ | 115 W |
Selisih tiga sampai empat juta dari kompetitor terbayar oleh baterai terbesar di kelasnya, panel yang lebih besar sekaligus lebih akurat, dan adaptor yang lebih bertenaga. Jadi pertanyaannya bukan apakah unit ini lebih baik, melainkan apakah selisih harganya sepadan dengan kebutuhan pengguna.
Kesimpulan
ASUS TUF A16 FA608UH adalah laptop RTX 5050 yang paling lengkap secara keseluruhan, karena baterai 90 Wh, TGP 115 W, adaptor 240 W, dan panel WUXGA 165 Hz berpadu tanpa ada satu pun komponen yang dipangkas.
Namun tradeoffnya adalah harga Rp24,3 juta yang sudah bersinggungan dengan tier di atasnya, karena MSI Crosshair A16 HX dengan RTX 5070 dijual Rp24,5 juta. Misal budget pengguna menjangkau angka itu dan targetnya laptop yang tidak perlu dipikirkan lagi selama beberapa tahun ke depan, maka unit inilah pilihannya.
Direkomendasikan untuk: Gamer yang butuh laptop gaming all-rounder terbaik di kelas RTX 5050, profesional muda yang gaming sekaligus kerja mobile, dan siapapun yang tidak mau kompromi soal baterai maupun performa GPU.