Gaming Update: Agustus 2026 [ Harga Agustus 2026 ]

Review Axioo Pongo 735 i7-13620H RTX 3050

Diterbitkan: 18 Agustus 2026
Axioo Pongo 735 memasangkan Core i7-13620H 10 core dengan RTX 3050 6 GB di TGP 75 W, panel 15,6 inch FHD 144 Hz, dan bobot 1,99 kg. Kelengkapan port dan garansi 3 tahun plus ADP jadi nilai jualnya, namun tradeoffnya adalah RAM yang masih DDR4 3200 dan VRAM 6 GB yang membatasi judul AAA terbaru.
4.2
โญโญโญโญโ˜†
Skor keseluruhan dari 5

Spesifikasi

ProsesorIntel Core i7-13620H (10 Core / 16 Thread, 3.6 GHz Base, 4.9 GHz Turbo, TDP 45 W)
GPUNVIDIA GeForce RTX 3050 Laptop 6 GB GDDR6 โ€” TGP up to 75 W
Layar15.6" FHD (1920ร—1080) IPS, 144 Hz, aspek rasio 16:9
100% sRGBNo Data
RAM16 GB DDR4 3200 MHz SO-DIMM (upgrade s/d 64 GB)
Storage512 GB SSD M.2 2280 PCIe Gen4x4 NVMe (tersedia opsi 1 TB)
UpgradeRAM + SSD
Baterai / Charger54 Wh / 120 W
CoolingNo Data
WebcamHD 720p
Backlit KeyboardAda โœ“
Bobotยฑ1.99 kg
Konektivitas2ร— USB 3.2 Gen 2 Type-C, USB 3.2 Gen 1 Type-A, USB 2.0 Type-A, HDMI 2.1 (HDCP), Mini DisplayPort 1.4, RJ-45 Gigabit LAN, microSD, jack combo 3.5 mm, jack mikrofon, DC-in
WirelessIntel AX201NGW โ€” WiFi 6 (2.4/5 GHz), Bluetooth 5.2
Garansi3 Tahun Resmi Axioo Indonesia + ADP (klaim oleh pembeli)
MerkAxioo
ModelPongo 735
HargaRp 13.000.000

Benchmark CPU: Intel Core i7-13620H

Single-Core Performance 69
Multi-Core Performance 38
Power Efficiency 56
Integrated Graphics 37
NanoReview Final Score 54
Performa Single-Core3.549
Performa Multi-Core23.398

Sumber: NanoReview ยท PassMark

Core i7-13620H โ€” 10 Core di Kelas RTX 3050

Ini yang membedakan Pongo 735 dari mayoritas laptop RTX 3050 di pasar. Core i7-13620H membawa 10 core dan 16 thread dengan boost sampai 4.9 GHz, sementara kompetitor di kelas GPU yang sama rata-rata masih memakai i5-13420H 8 core seperti pada Axioo Pongo 535 maupun HP Victus 15. Skor Passmark Multi-Thread 23.398 memperlihatkan jaraknya, karena i5-13420H berhenti di 16.934.

Selisih sekitar 38% itu tidak akan terasa saat bermain game, karena beban gaming di kelas ini ditentukan GPU. Namun untuk kompilasi kode, rendering, dan ekspor video, tambahan dua Efficiency Core tersebut memangkas waktu tunggu secara nyata. Jadi misal pengguna adalah mahasiswa teknik atau kreator yang juga bermain game, maka konfigurasi ini lebih masuk akal daripada menaikkan kelas GPU sambil mengorbankan CPU.

RTX 3050 6 GB dengan TGP 75 W

GPU-nya varian 6 GB GDDR6, bukan 4 GB yang masih banyak beredar di rentang harga serupa termasuk pada Pongo 535. Tambahan VRAM itu penting karena begitu kapasitasnya terlampaui, frame rate turun drastis dan bukan bertahap, dan game rilisan 2025 ke atas menuntut VRAM jauh lebih besar dari judul 2018.

Dayanya juga tidak dipangkas. TGP 75 W adalah batas atas RTX 3050 di laptop, setara dengan Pongo 535, Acer Aspire 7 Pro A715, dan HP Victus 15 varian 3050. Namun tradeoffnya adalah RTX 3050 tetap GPU kelas entry, jadi panel 144 Hz yang terpasang akan lebih terasa manfaatnya di judul esport ketimbang game AAA yang rata-rata berhenti di kisaran 45 sampai 55 FPS.

Port Paling Lengkap di Kelasnya

Sebelas port dalam satu bodi 15 inch adalah kelengkapan yang mulai langka untuk SKU di 2026. Selain dua USB Type-C 3.2 Gen 2, tersedia USB 3.2 Gen 1 dan USB 2.0 Type-A, HDMI 2.1 dengan dukungan HDCP, Mini DisplayPort 1.4, pembaca microSD, dan yang penting untuk gaming kompetitif yaitu RJ-45 Gigabit LAN yang sudah dihilangkan banyak pabrikan.

Jack audio bahkan dipisah antara combo 3.5 mm dan jack mikrofon tersendiri, jadi pengguna yang memakai mikrofon eksternal untuk streaming tidak perlu splitter. Dukungan HDMI 2.1 juga berarti monitor eksternal 4K di refresh rate tinggi bisa dijalankan langsung tanpa dock tambahan.

Bobot 1,99 Kilogram

Angka 1,99 kg tergolong ringan untuk laptop gaming 15 inch berpendingin aktif, dan lebih ringan dari Pongo 535 di 2,09 kg maupun HP Victus 15 di 2,29 kg. Untuk mahasiswa yang memindahkan laptop antar ruang kelas setiap hari, selisih 300 gram terasa di tas.

Namun tradeoffnya adalah adaptor 120 W yang tetap harus ikut dibawa, dan baterai 54 Wh yang tergolong standar untuk kelas gaming sehingga pemakaian tanpa colokan tetap terbatas. Jadi laptop ini masuk akal dibawa berpindah, tapi bukan untuk bekerja seharian jauh dari sumber listrik.

Garansi 3 Tahun Resmi plus ADP

Paket purna jualnya 3 tahun garansi resmi Axioo Indonesia ditambah ADP, dan durasi tiga tahun itu melampaui mayoritas kompetitor yang berhenti di 2 tahun. Cakupan ADP menanggung kerusakan akibat kecelakaan seperti terjatuh atau tumpahan cairan, dua hal yang paling sering menimpa laptop yang dibawa bergerak setiap hari.

Satu hal yang perlu disadari calon pembeli adalah klaim ADP dilakukan oleh pembeli sendiri, bukan otomatis melekat, jadi prosedur pendaftarannya perlu diselesaikan sejak awal pembelian agar perlindungannya benar-benar aktif.

Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan

  • Core i7-13620H 10 core, Passmark Multi-Thread 23.398 โ€” tertinggi di kelas RTX 3050
  • RTX 3050 varian 6 GB, bukan 4 GB seperti mayoritas kompetitor
  • TGP 75 W, batas atas untuk RTX 3050 di laptop
  • Sebelas port termasuk RJ-45, HDMI 2.1, dan Mini DisplayPort 1.4
  • Jack mikrofon terpisah dari jack combo
  • Bobot 1,99 kg, paling ringan di antara laptop RTX 3050 di projek ini
  • RAM upgradeable sampai 64 GB, slot SSD M.2 2280 Gen4x4
  • Panel 144 Hz IPS
  • Backlit keyboard
  • Garansi 3 tahun resmi Axioo plus ADP

Kekurangan

  • RAM masih DDR4 3200, tertinggal dari DDR5 kompetitor
  • VRAM 6 GB membatasi judul AAA terbaru di setelan tinggi
  • Baterai 54 Wh tergolong standar untuk kelas gaming
  • Webcam berhenti di HD 720p
  • Layar 16:9, bukan 16:10 yang memberi ruang vertikal lebih lega
  • Cakupan sRGB panel belum tercantum di sumber data
  • Spesifikasi sistem pendingin belum tercantum di sumber data
  • Klaim ADP harus didaftarkan sendiri oleh pembeli

Kesimpulan

Axioo Pongo 735 menempatkan diri sebagai laptop RTX 3050 dengan CPU terkuat di kelasnya. Kombinasi i7-13620H 10 core, RTX 3050 varian 6 GB di TGP penuh 75 W, sebelas port termasuk RJ-45, dan bobot 1,99 kg membuatnya melayani gamer sekaligus pengguna yang bekerja dengan beban CPU berat.

Namun tradeoffnya adalah RAM yang masih DDR4 3200 dan VRAM 6 GB yang menahan judul AAA terbaru. Jadi misal prioritas pengguna adalah frame rate tertinggi di game modern, maka menaikkan kelas GPU lebih tepat; namun jika yang dicari adalah CPU kuat, port lengkap, dan garansi 3 tahun dalam bodi ringan, laptop ini masuk akal.

Direkomendasikan untuk: Mahasiswa teknik dan kreator konten yang menjalankan kompilasi maupun rendering sambil tetap bermain game, serta gamer kompetitif yang memanfaatkan panel 144 Hz dan port RJ-45.