Spesifikasi
| Prosesor | Intel Core i7-13620H (10 Core / 16 Thread, up to 4.9 GHz) |
| GPU | NVIDIA GeForce RTX 4050 6 GB GDDR6 โ TGP 100 W |
| Layar | 15.6" FHD+ IPS, 144 Hz, 250 nits |
| 100% sRGB | Tidak (45% NTSC) |
| RAM | 16 GB DDR4 3200 MHz (2 slot DDR4) |
| Storage | 512 GB SSD M.2 2280 NVMe Gen 4 (1 slot M.2 masih kosong) |
| Upgrade | RAM + SSD |
| Baterai | 54 Wh (klaim pabrikan s/d 7 jam) |
| Cooling | No Data |
| Bobot | ยฑ2.14 kg ยท Tebal 2,27 cm |
| Garansi | No Data |
| Merk | Axioo |
| Model | Pongo 750 |
| Harga | Rp 16.300.000 |
Catatan data: data cooling dan garansi belum tercantum di sumber, jadi ditulis No Data sampai ada konfirmasi.
Benchmark CPU: Intel Core i7-13620H
| Performa Single-Core | 3.549 |
| Performa Multi-Core | 23.398 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Benchmark Gaming
| Game | Setting | FPS |
| Forza Horizon 5 | Full HD, Low, DLSS Balance + Frame Gen | 143 FPS |
| Cyberpunk 2077 | Setting serupa | 135 FPS |
| Ghost of Tsushima | โ | 125 FPS |
Pengujian Agustus 2026
Angka 135 FPS di Cyberpunk 2077 dan 143 FPS di Forza Horizon 5 terlihat sangat mumpuni di atas kertas, dan itu memang menunjukkan bahwa RTX 4050 di TGP 100 W punya ruang bernapas yang tidak dimiliki SKU dengan TGP 50 W sampai 65 W. Ghost of Tsushima di 125 FPS juga menegaskan hal yang sama.
Namun tradeoffnya perlu dipahami sebelum angka ini dijadikan patokan. Ketiganya diuji di setting Low dengan DLSS Balance ditambah Frame Generation, dan Frame Gen bekerja dengan menyisipkan frame buatan di antara frame asli. Artinya angka FPS naik, tapi input lag ikut bertambah dan detail grafis sudah diturunkan sejak awal. Jadi laptop ini memang kencang untuk kelasnya, cuman jangan berharap angka yang sama muncul di setting High tanpa bantuan teknologi tersebut.
RTX 4050 di TGP 100 W โ Nilai Jual Utamanya
Angka 100 W adalah alasan utama melirik laptop ini. RTX 4050 beredar dalam rentang TGP yang lebar, dan banyak SKU menahannya di 50 W sampai 65 W sehingga performanya jauh di bawah potensi aslinya. Sebagai pembanding di project ini, HP Victus 15 FA2717TX menjalankan RTX 4050 di sekitar 50 W dan Lenovo LOQ Essential 15ARP10E di sekitar 65 W, jadi selisihnya dengan Pongo 750 sangat berarti.
Untuk gaming 1080p, TGP setinggi itu berarti clock GPU bisa dipertahankan lebih lama sebelum turun, dan VRAM 6 GB memberi ruang lebih lega dibanding varian 4 GB untuk tekstur di setelan tinggi. Namun tradeoffnya adalah konsumsi daya dan panas yang ikut naik, sementara detail sistem pendinginnya belum tercantum di sumber data.
Core i7-13620H โ 10 Core di Harga Rp16,3 Juta
Intel Core i7-13620H membawa konfigurasi 10 core dan 16 thread dengan boost sampai 4,9 GHz, dan skor Passmark Multi-Core 23.398 menempatkannya di atas Ryzen 7 7445HS yang berhenti di 18.718. Untuk kompilasi, rendering ringan, atau membuka banyak aplikasi sambil bermain, kapasitas itu sangat mumpuni di kelas Rp16 jutaan.
Namun tradeoffnya adalah efisiensi dayanya yang berhenti di 56 dari 100, dan angka itu tergolong rendah. Artinya laptop ini menghasilkan panas lebih banyak untuk performa yang sama dibanding CPU AMD sekelasnya, jadi kualitas cooling jadi penentu apakah performanya bisa dipertahankan di sesi panjang. Sayangnya justru bagian itu yang datanya belum tersedia.
Panel 45% NTSC โ Kompromi yang Paling Terasa
Panel 15,6 inch FHD+ IPS 144 Hz sudah tepat untuk gaming, karena refresh rate segitu membuat gerakan terasa mulus dan sesuai dengan kemampuan RTX 4050 di TGP 100 W. Kecerahan 250 nits juga standar untuk kelas ini.
Namun cakupan warnanya berhenti di 45% NTSC, dan itu jauh di bawah panel 100% sRGB yang dipakai kompetitor seperti Lenovo LOQ 15ARP10E di harga lebih rendah. Konsekuensinya, warna yang tampil tidak akurat sehingga editing foto atau video untuk publikasi sebaiknya tidak dikerjakan di panel ini. Untuk gaming murni hal ini tidak jadi masalah, namun buat yang ngonten kompromi ini terasa berat mengingat harganya sudah Rp16,3 juta.
RAM Masih DDR4 di 2026
RAM 16 GB DDR4 3200 MHz terpasang di dua slot, dan kapasitas itu sudah memadai untuk gaming maupun kerja harian. Slot M.2 2280 kedua juga masih kosong, jadi menambah SSD tidak perlu membuang bawaannya.
Namun tradeoffnya adalah DDR4 sudah tertinggal satu generasi dari DDR5 4800 MHz yang dipakai kompetitor di harga lebih rendah. Selisihnya tidak selalu terasa di gaming, karena yang menentukan frame rate adalah GPU, tapi untuk beban kerja yang bergantung pada bandwidth memori seperti rendering, perbedaannya mulai terlihat. Jadi laptop ini jelas mengalokasikan anggarannya ke GPU, bukan ke platform memori.
Klaim Baterai 7 Jam yang Tidak Biasa
Kapasitas 54 Wh tergolong standar untuk laptop gaming, namun klaim pabrikan sampai 7 jam jelas di atas rata-rata kelasnya. Sebagai pembanding, Lenovo LOQ 15ARP10E dengan baterai lebih besar yaitu 57,5 Wh justru mengklaim 3,5 jam saja.
Angka itu kemungkinan besar diukur pada beban sangat ringan dengan GPU dedicated nonaktif, jadi sebaiknya tidak dijadikan patokan untuk sesi gaming. Namun untuk pemakaian kerja atau kuliah di luar sesi bermain, klaim setinggi itu tetap menandakan manajemen daya yang lumayan. Bobot 2,14 kg dengan tebal 2,27 cm sendiri tergolong rata-rata untuk laptop gaming 15,6 inch.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- RTX 4050 di TGP 100 W, jauh di atas SKU 50โ65 W sekelasnya
- VRAM 6 GB, bukan 4 GB
- Core i7-13620H 10 core, Passmark Multi-Core 23.398
- Dua slot RAM DDR4 dan satu slot M.2 2280 masih kosong
- Klaim baterai 7 jam, tinggi untuk laptop ber-dGPU
- Panel 144 Hz sesuai kemampuan RTX 4050 di TGP penuh
Kekurangan
- Panel cuman 45% NTSC, warna tidak akurat untuk kerja konten
- RAM masih DDR4 3200, tertinggal dari DDR5 kompetitor
- Efisiensi daya CPU 56, tergolong rendah
- Bobot 2,14 kg, lebih berat dari kompetitor sekelas
- Data cooling belum tercantum, padahal TGP 100 W butuh pendinginan serius
- Data garansi belum tercantum
Kesimpulan
Axioo Pongo 750 adalah laptop yang jelas memprioritaskan performa mentah. TGP 100 W pada RTX 4050 dan CPU 10 core di harga Rp16,3 juta adalah kombinasi yang sulit ditandingi kompetitor di rentang sama, dan untuk pengguna yang murni mengejar frame rate, laptop ini masuk akal.
Namun tradeoffnya adalah panel 45% NTSC dan RAM DDR4, dua hal yang menunjukkan di mana anggarannya dipangkas. Jadi misal pengguna juga mengerjakan konten yang menuntut warna akurat, maka Lenovo LOQ 15ARP10E dengan panel 100% sRGB di harga lebih rendah akan lebih tepat meski GPU-nya cuman RTX 3050.
Direkomendasikan untuk: Gamer yang mengejar performa per rupiah tertinggi dan tidak membutuhkan akurasi warna untuk kerja konten.