Spesifikasi
| Prosesor | AMD Ryzen 7 170 (8 Core / 16 Thread, up to 4.75 GHz) |
| GPU | NVIDIA GeForce RTX 3050 6 GB GDDR6 โ TGP 65 W |
| Layar | 15.6" FHD IPS, 144 Hz, 300 nits |
| 100% sRGB | Ya |
| RAM | 1ร 16 GB DDR5 4800 MHz (2 slot DDR5 masih kosong) |
| Storage | 512 GB SSD M.2 2242 NVMe Gen 4 (1 slot M.2 2242 masih kosong) |
| Upgrade | RAM + SSD |
| Baterai | 57.5 Wh (klaim pabrikan s/d 3,5 jam) |
| Cooling | No Data |
| Bobot | ยฑ1.80 kg ยท Tebal 2,29 cm |
| Garansi | No Data |
| Merk | Lenovo |
| Model | 15ARP10E |
| Harga | Rp 12.000.000 โ 13.000.000 |
Catatan data: data cooling dan garansi belum tercantum di sumber, jadi ditulis No Data sampai ada konfirmasi.
Benchmark CPU: AMD Ryzen 7 170
| Performa Single-Core | 3.197 |
| Performa Multi-Core | 21.690 |
| Cinebench 2024 (Single) | 86 |
| Cinebench 2024 (Multi) | 720 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark ยท Cinebench
Benchmark Gaming
| Game | Setting | FPS |
| Black Myth Wukong | Full HD, High, DLSS | 111 FPS |
| Forza Horizon 5 | High, DLSS Ultra Performance | 120 FPS |
| Delta Force | Full HD, High, DLSS | 63 FPS |
Pengujian Agustus 2026
Yang paling menarik dari hasil di atas adalah Black Myth Wukong di 111 FPS pada setting High, karena judul itu tergolong berat dan biasanya menyiksa GPU kelas RTX 3050. Angka setinggi itu bisa dicapai berkat DLSS, dan hal ini menunjukkan bahwa VRAM 6 GB memberi ruang cukup untuk teknologi upscaling bekerja tanpa mentok memori.
Namun tradeoffnya terlihat jelas di Forza Horizon 5 yang mencatat 120 FPS, karena angka itu dicapai dengan DLSS di mode Ultra Performance yang merender pada resolusi internal jauh lebih rendah lalu menaikkannya kembali. Jadi angkanya tinggi, tapi ketajaman gambarnya ikut turun. Delta Force di 63 FPS justru memberi gambaran lebih jujur soal kemampuan RTX 3050 di TGP 65 W untuk judul shooter modern.
Ryzen 7 170 โ Efisiensi Jadi Kekuatannya
AMD Ryzen 7 170 mencatat Passmark Multi-Core 21.690, dan angka itu memadai untuk gaming maupun kerja harian di rentang Rp12 juta - Rp13 juta. Yang menonjol justru efisiensi dayanya di angka 78 dari 100, jauh di atas Core i7-13620H yang berhenti di 56, dan itu berarti panas yang dihasilkan lebih terkendali di sesi panjang.
Skor Integrated Graphics 73 juga tergolong tinggi untuk CPU di laptop gaming, jadi saat GPU dedicated dinonaktifkan untuk menghemat baterai, pemakaian ringan sampai gaming kasual masih bisa ditangani iGPU-nya. Namun tradeoffnya adalah Passmark Multi-Core-nya berada di bawah 23.398 milik i7-13620H, jadi untuk beban rendering yang murni bergantung pada jumlah core, CPU ini bukan yang tercepat di kelasnya.
Panel 100% sRGB 144 Hz di Rentang Rp12 Juta
Ini nilai jual yang paling menonjol. Panel 15,6 inch FHD IPS dengan refresh rate 144 Hz dan cakupan 100% sRGB jarang ditemui di rentang Rp12 juta - Rp13 juta, karena mayoritas SKU di harga ini berhenti di 45% NTSC yang warnanya tidak akurat. Kecerahan 300 nits juga di atas rata-rata kelas gaming yang biasanya bermain di 250 nits.
Kombinasi itu berarti satu panel melayani dua peran sekaligus. Untuk gaming, 144 Hz sudah lebih dari memadai di judul kompetitif dan sesuai dengan kemampuan RTX 3050. Untuk kerja konten, sertifikasi 100% sRGB membuat warna yang muncul bisa dipercaya saat editing foto maupun video, dan hal itu langka untuk SKU di harga segini.
RTX 3050 6 GB, Namun TGP Ditahan di 65 W
RTX 3050 versi 6 GB memberi ruang lebih lega dibanding varian 4 GB yang beredar di beberapa kompetitor, dan tambahan 2 GB VRAM itu berarti tekstur di setelan medium tidak cepat mentok. Untuk judul esport seperti Valorant, CS2, atau Dota 2 di 1080p, kapasitas ini sudah cukup dan panel 144 Hz bisa dimanfaatkan.
Namun tradeoffnya adalah TGP yang berhenti di 65 W, dan angka itu lebih rendah dari 75 W yang dipakai Acer Aspire 7 Pro A715 maupun ASUS TUF A15 FA506NCG di rentang harga sama. Selisih 10 W memang tidak besar, tapi di GPU sekelas RTX 3050 setiap watt berpengaruh pada clock yang bisa dipertahankan saat sesi panjang. Jadi misal prioritas pengguna adalah frame rate mentah, maka SKU dengan TGP lebih tinggi akan sedikit unggul.
Tiga Slot Upgrade yang Masih Kosong
Konfigurasi memorinya termasuk yang paling fleksibel di kelas ini. RAM 16 GB DDR5 4800 MHz datang dalam satu keping, dan masih ada 2 slot DDR5 kosong ditambah satu slot M.2 2242 kosong di samping SSD 512 GB bawaannya. Artinya pengguna bisa menambah kapasitas berkali-kali tanpa membuang komponen bawaan, dan fleksibilitas seperti ini makin langka karena banyak pabrikan mulai menyolder RAM permanen.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan. RAM bawaan berjalan single channel karena hanya satu keping yang terpasang, dan di laptop gaming konfigurasi itu menurunkan frame rate secara nyata dibanding dual channel. Jadi menambah satu keping DDR5 sejak awal bukan sekadar menambah kapasitas, melainkan membuka performa yang memang sudah tersedia di perangkatnya.
Slot SSD-nya memakai format M.2 2242 yang lebih pendek dari 2280 yang umum beredar. Jadi pengguna perlu memastikan ukuran itu saat membeli SSD tambahan, karena modul 2280 tidak akan muat.
Bobot 1,8 kg untuk Laptop Gaming 15,6 Inch
Bobot 1,80 kg dengan tebal 2,29 cm menempatkan LOQ 15ARP10E di antara yang paling ringan untuk laptop gaming 15,6 inch, karena mayoritas kompetitor bermain di kisaran 2,1 kg sampai 2,3 kg. Selisih 300 sampai 500 gram itu terasa nyata kalau laptop dibawa ke kampus atau kantor beberapa kali seminggu.
Baterai 57,5 Wh juga lebih besar dari 48 Wh yang dipakai ASUS TUF A15 FA506NCG di rentang harga sama, meski klaim pabrikannya berhenti di 3,5 jam. Angka itu wajar untuk laptop ber-dGPU, dan tetap berarti laptop ini dirancang untuk dipakai dekat colokan.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Panel 100% sRGB 144 Hz 300 nits, langka di rentang Rp12 juta
- RTX 3050 dengan VRAM 6 GB, bukan 4 GB
- Dua slot RAM DDR5 dan satu slot M.2 masih kosong
- RAM DDR5 4800 MHz sebagai bawaan
- Bobot 1,80 kg, paling ringan di kelas gaming 15,6 inch
- Baterai 57,5 Wh, lebih besar dari rata-rata kelasnya
Kekurangan
- TGP GPU ditahan di 65 W, di bawah 75 W kompetitor sekelas
- RAM bawaan single channel, perlu ditambah untuk performa penuh
- Slot SSD format M.2 2242, bukan 2280 yang umum
- Benchmark Ryzen 7 170 belum tersedia
- Data cooling dan garansi belum tercantum
- Klaim daya tahan baterai cuman 3,5 jam
Kesimpulan
Lenovo LOQ 15ARP10E Ryzen 7 170 RTX 3050 masuk akal untuk pengguna yang butuh laptop gaming sekaligus panel akurat di anggaran Rp12 juta - Rp13 juta, misalnya mahasiswa desain yang bermain game di sela tugas. Kombinasi 100% sRGB, 144 Hz, VRAM 6 GB, dan tiga slot upgrade kosong membuat laptop ini bisa tumbuh mengikuti kebutuhan.
Namun tradeoffnya adalah TGP 65 W yang menahan potensi GPU-nya, dan RAM single channel yang praktis wajib ditambah sejak awal. Jadi misal prioritas pengguna adalah frame rate tertinggi di harga sama, maka SKU dengan TGP 75 W lebih tepat.
Direkomendasikan untuk: Mahasiswa dan pekerja yang butuh panel akurat untuk kerja konten sekaligus gaming, dengan rencana menambah RAM sejak awal pemakaian.