Spesifikasi
| Prosesor | AMD Ryzen 7 7735HS (8 Core / 16 Thread) |
| GPU | AMD Radeon 680M (Integrated) |
| Layar | 14" WUXGA (1920ร1200) IPS, aspek ratio 16:10 |
| 100% sRGB | Tidak |
| RAM | 16 GB LPDDR5 (Soldered, tidak upgradeable) |
| Upgrade | SSD (bisa diganti) |
| Cooling | 2 Fan + 3 Heatpipe |
| Baterai | 58 Wh / Adaptor 100 W Type-C |
| Garansi | 1 Tahun / 2 Tahun |
| ADP | Tidak |
| Office | Tidak |
| Backlit Keyboard | Ada โ |
| Numpad | Tidak |
| Merk | Advan |
| Harga | Rp 8.000.000 โ 9.000.000 |
Benchmark CPU: AMD Ryzen 7 7735HS
| Performa Single-Core | 3.251 |
| Performa Multi-Core | 22.369 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Ryzen 7 7735HS โ 8 Core di Bawah Rp9 Juta
AMD Ryzen 7 7735HS adalah prosesor 8 core 16 thread berbasis Zen 3+, dua core lebih banyak dari Ryzen 5 7535HS di Workplus Heritage. Selisihnya terbaca jelas di angka, karena Passmark Multi-Thread 22.369 naik dari 17.651 milik Heritage. Perbedaan ini paling terasa di workload multi-threaded seperti rendering, kompilasi kode, video export, dan multitasking ekstrem.
iGPU-nya juga ikut naik kelas, karena Radeon 680M di 7735HS lebih kuat dari Radeon 660M di varian Ryzen 5. Untuk game ringan sampai menengah seperti Valorant, CS2, atau judul indie, selisih frame rate-nya terasa nyata. Namun tetap perlu diingat bahwa ini iGPU, jadi bukan pengganti dGPU untuk game AAA.
Cooling 2 Fan dan 3 Heatpipe โ Lebih Baik dari Varian R5
Dibanding Workplus Heritage yang memakai 2 fan dan 2 heatpipe, varian R7 ini datang dengan 3 heatpipe, dan tambahan satu pipa itu berarti penyaluran panas dari CPU ke heatsink lebih efisien. Karena 8 core menghasilkan panas lebih banyak dari 6 core, penambahan ini tepat sasaran dan bukan sekadar angka di brosur. Otomatis performa berkelanjutan di beban panjang lebih terjaga.
Layar WUXGA dan RAM 16 GB Sejak Awal
Kombinasi panel WUXGA 14 inch 16:10 dan RAM 16 GB LPDDR5 yang sudah terpasang adalah paket yang solid, karena pengguna tidak perlu memilih antara layar bagus dan kapasitas memori. Keduanya sudah tersedia sejak hari pertama tanpa biaya tambahan.
Namun tradeoffnya adalah LPDDR5 yang soldered, jadi hanya SSD yang bisa diganti di kemudian hari. Dengan 16 GB sebagai titik awal, keterbatasan ini tidak akan terasa dalam jangka pendek sampai menengah, namun tetap jadi batas keras yang perlu disadari.
Baterai 58 Wh dan Charger 100 W Type-C
Konsisten dengan lini Workplus lainnya, kombinasi baterai 58 Wh dan charger 100 W Type-C tetap jadi paket yang baik. Daya tahannya di pemakaian non-intensif ada di kisaran 5 sampai 7 jam, sedikit lebih pendek dari varian Ryzen 5 karena 8 core menarik daya lebih besar. Pengisian 100 W membuat waktu dari habis ke penuh relatif singkat, dan fleksibilitas Type-C memudahkan saat harus meminjam charger orang lain.
Garansi 1 atau 2 Tahun โ Perlu Dikonfirmasi
Laptop ini beredar dengan pilihan garansi 1 tahun atau 2 tahun tergantung varian dan toko, jadi pembeli sebaiknya mengonfirmasi terlebih dahulu sebelum transaksi. Varian 2 tahun jelas lebih layak dikejar meski ada selisih harga, karena biaya perbaikan di luar garansi biasanya jauh lebih mahal dari selisih tersebut. Namun tradeoffnya adalah tidak adanya garansi ADP di kedua varian, jadi kerusakan akibat kecelakaan tetap ditanggung sendiri.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Ryzen 7 7735HS 8 core di bawah Rp9 juta
- Passmark Multi-Thread 22.369, tertinggi di lini Workplus
- iGPU Radeon 680M lebih kuat dari Radeon 660M
- Panel WUXGA 14 inch dengan aspek rasio 16:10
- RAM 16 GB LPDDR5 sudah terpasang sejak awal
- Cooling 2 fan dan 3 heatpipe, terbaik di lini Workplus
- Baterai 58 Wh dengan charger 100 W Type-C
- Backlit keyboard dan SSD yang masih bisa diganti
Kekurangan
- RAM LPDDR5 soldered, kapasitas 16 GB bersifat permanen
- Tidak ada garansi ADP di semua varian
- Tidak ada OHS, lisensi Office harus dibeli terpisah
- Layar tanpa 100% sRGB, warna tidak akurat
- Jaringan service center Advan masih terbatas
Posisi di Lini Advan Workplus
| Workplus R7 7735HS | Workplus Heritage R5 7535HS | Workplus R5 6600H | |
| Harga | 8โ9 Juta | 7โ8 Juta | 7โ8 Juta |
| CPU | 8C Ryzen 7 โ | 6C Ryzen 5 | 6C Ryzen 5 (gen lama) |
| iGPU | Radeon 680M โ | Radeon 660M | Radeon 660M |
| Layar | WUXGA โ | WUXGA โ | FHD |
| RAM | 16 GB soldered | 8/16 GB upgradeable | 16 GB soldered |
| Upgrade | SSD saja | RAM + SSD โ | โ |
| Cooling | 2F + 3H โ | 2F + 2H | โ |
| Charger | 100 W Type-C โ | 100 W Type-C โ | 100 W Type-C โ |
Dengan selisih sekitar satu juta dari Heritage, pengguna mendapat 2 core tambahan, iGPU yang lebih kuat, dan satu heatpipe ekstra. Jadi misal workload-nya memang menuntut lebih banyak core seperti rendering atau kompilasi, maka naik ke varian R7 ini sepadan; namun jika bebannya berhenti di Office dan browsing, selisih tersebut tidak akan terasa.
Kesimpulan
Misal pengguna sudah melirik Heritage namun merasa butuh lebih banyak core, maka Advan Workplus Ryzen 7 7735HS adalah langkah naik yang tepat. Selisih sekitar satu juta menghadirkan 2 core tambahan, iGPU Radeon 680M, dan cooling dengan heatpipe ekstra.
Namun tradeoffnya tetap sama dengan seluruh lini Workplus, yaitu RAM yang tidak bisa di-upgrade dan absennya garansi ADP. Dari sisi price to performance untuk CPU dan iGPU, unit ini termasuk yang terkuat di rentang Rp8 juta - Rp9 juta.
Direkomendasikan untuk: Pengguna yang butuh lebih banyak core untuk rendering, coding, atau multitasking berat dengan budget 8โ9 jutaan, dan tidak keberatan dengan RAM soldered.