Spesifikasi
| Prosesor | Intel Core Ultra 5 226V (Lunar Lake) |
| GPU | Intel Arc Graphics (Integrated) |
| Layar | 14" WUXGA (1920ร1200) OLED, 60/90 Hz, aspek rasio 16:10 |
| 100% sRGB | Ya |
| RAM | 16 GB LPDDR5X (onboard, tidak bisa upgrade) |
| Upgrade | Tidak ada |
| Baterai / Charger | 65 Wh / 65 W |
| Cooling | 2 Fan |
| Office | Office Home & Student (OHS) โ |
| Backlit Keyboard | Ada โ |
| Numpad | Tidak |
| Garansi | 3 Tahun Servis ยท 2 Tahun Sparepart ยท 1 Tahun ADP |
| Merk | Acer |
| Model | Swift 14 OLED |
| Harga | Rp 15.200.000 |
Catatan data: harga belum tercantum di sumber, jadi laptop ini belum masuk filter rentang harga.
Benchmark CPU: Intel Core Ultra 5 226V
| Performa Single-Core | 3.799 |
| Performa Multi-Core | 18.028 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Panel OLED WUXGA yang Bisa Berjalan di 90 Hz
Panel OLED 14 inch WUXGA dengan aspek rasio 16:10 memberi tiga keuntungan sekaligus. Karakter OLED terasa lewat warna yang lebih hidup, kontras tinggi, dan hitam yang benar-benar pekat; rasio 16:10 memberi ruang vertikal lebih lega untuk dokumen dan spreadsheet; dan sertifikasi 100% sRGB membuat warnanya bisa dipercaya untuk kerja konten.
Yang membedakannya dari mayoritas ultrabook OLED adalah opsi refresh rate 60 Hz atau 90 Hz. Sebagai pembanding di project ini, Acer Swift Air 14 dengan panel OLED sekelas berhenti di 60 Hz, jadi tambahan 30 Hz di sini membuat scrolling terasa lebih mulus. Pengguna juga bisa menurunkannya kembali ke 60 Hz saat ingin menghemat baterai.
Ultra 5 226V โ Efisiensi Jadi Kekuatannya
Intel Core Ultra 5 226V berbasis Lunar Lake, dan skor Power Efficiency 74 dari 100 menunjukkan bahwa arsitektur ini memang dirancang untuk daya tahan. Dipadukan dengan baterai 65 Wh yang lebih besar dari 50 Wh milik Swift Air 14, laptop ini punya modal kuat untuk bertahan seharian tanpa charger.
Skor Integrated Graphics 72 juga tergolong tinggi, jadi editing foto dan video ringan bisa ditangani tanpa GPU terpisah. Namun tradeoffnya adalah Passmark Multi-Core yang berhenti di 18.028, dan angka itu di bawah Ultra 7 155H yang mencapai 24.591. Jadi untuk rendering berat, prosesor ini bukan pilihan tercepat.
RAM Onboard Tanpa Opsi Upgrade
Ini pertimbangan yang paling perlu dipikirkan sebelum membeli. RAM 16 GB LPDDR5X sudah disolder ke board dan sumber data tidak menyebutkan adanya slot kosong, baik untuk RAM maupun SSD. Artinya konfigurasi yang dibeli hari ini adalah konfigurasi yang akan dipakai sampai laptop pensiun.
Untuk multitasking harian seperti Office, browsing dengan banyak tab, dan meeting online, kapasitas itu masih aman. Namun tradeoffnya adalah pengguna harus memastikan sendiri apakah 16 GB cukup untuk tiga sampai lima tahun ke depan. Sebagai pembanding, ASUS ExpertBook P1 di kelas budget justru menyediakan dua slot RAM dan dua slot SSD sekaligus.
Garansi 3 Tahun plus ADP dan OHS Bawaan
Paket purna jualnya termasuk kuat, dengan 3 tahun servis, 2 tahun sparepart, dan 1 tahun ADP yang melindungi dari kerusakan tidak disengaja. Untuk ultrabook yang memang dirancang dibawa bepergian, perlindungan ADP itu nilainya nyata karena risiko jatuh atau terkena cairan lebih tinggi daripada laptop yang menetap di meja.
OHS yang sudah dibundel juga memangkas pengeluaran awal, dan charger 65 W berukuran ringkas sehingga tidak menambah beban bawaan. Backlit keyboard tersedia, meski numpad absen seperti umumnya laptop 14 inch.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Panel OLED WUXGA 16:10 dengan 100% sRGB
- Opsi refresh rate 90 Hz, di atas OLED sekelas yang berhenti di 60 Hz
- Power Efficiency 74, arsitektur Lunar Lake
- Baterai 65 Wh, lebih besar dari ultrabook sekelas
- Skor iGPU 72, memadai untuk editing ringan
- Garansi 3 tahun servis plus 1 tahun ADP
- OHS sudah dibundel
- Charger 65 W ringkas
Kekurangan
- RAM 16 GB onboard, tidak bisa di-upgrade sama sekali
- Tidak ada slot SSD tambahan
- Passmark Multi-Core 18.028, di bawah Ultra 7 sekelasnya
- Tidak ada numpad
- Harga belum tercantum di sumber
Kesimpulan
Acer Swift 14 OLED adalah ultrabook yang mengutamakan keseimbangan. Panel OLED 100% sRGB dengan opsi 90 Hz, baterai 65 Wh, dan efisiensi daya Lunar Lake membuatnya nyaman dipakai seharian, sementara garansi 3 tahun plus ADP memberi ketenangan jangka panjang.
Namun tradeoffnya adalah RAM onboard permanen tanpa opsi upgrade sama sekali. Jadi misal pekerjaan pengguna berkembang ke arah editing video atau desain 3D, batasan itu akan terasa dan tidak ada jalan keluarnya setelah pembelian.
Direkomendasikan untuk: Mahasiswa dan pekerja mobile yang memprioritaskan daya tahan baterai dan layar akurat, dengan beban kerja produktivitas harian.