Spesifikasi
| CPU | Apple M2 |
| GPU | Integrated / iGPU (tidak tercantum di sumber) |
| Layar | 13" 2.5K Liquid Retina |
| Panel | Retina |
| Warna | 100% DCI-P3 |
| RAM | Tidak tercantum di sumber data |
| Opsi Upgrade | Tidak |
| Baterai / Charger | 52 Wh |
| Cooling | Fanless |
| Bobot | No Data |
| Garansi | 1 Tahun |
| OHS (Office) | Tidak |
| Backlit | Ada โ |
| Numpad | Tidak |
| Layar Sentuh | Tidak |
| OS | macOS |
| Merk | Apple |
| Harga | Rp 12.000.000 โ 13.000.000 |
Benchmark CPU: Apple M2
| Performa Single-Core | 3.884 |
| Performa Multi-Core | 15.652 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Desain Fanless dan Panel Liquid Retina
MacBook Air M2 memakai desain fanless, jadi tidak ada kipas sama sekali di dalamnya dan laptop ini benar-benar senyap dalam kondisi apa pun. Panel 13 inch 2.5K Liquid Retina dengan cakupan 100% DCI-P3 membuat warnanya bisa dipercaya untuk kerja visual. Namun tradeoffnya adalah tanpa kipas, beban berat yang bertahan lama akan lebih cepat memicu penurunan performa karena panas hanya dibuang lewat bodi.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Desain fanless, benar-benar senyap tanpa suara kipas
- Panel 2.5K Liquid Retina dengan cakupan 100% DCI-P3
- Chip Apple M2 dengan efisiensi daya yang tinggi
- Backlit keyboard
- Harga Rp12 juta - Rp13 juta, paling terjangkau di antara unit Apple di daftar ini
Kekurangan
- RAM soldered, tidak ada jalur upgrade sama sekali
- Tanpa dGPU, jadi bukan untuk gaming berat maupun render GPU
- Garansi cuman 1 tahun, terpendek di kategori ini
- Kapasitas RAM tidak tercantum di sumber data
- Tanpa kipas, performa berkelanjutan lebih terbatas di beban panjang
Kesimpulan
Misal pengguna memprioritaskan operasi senyap dan akurasi warna di budget Rp12 juta - Rp13 juta, maka MacBook Air M2 masuk akal karena desain fanless dan panel DCI-P3-nya. Namun tradeoffnya adalah garansi 1 tahun yang terpendek di kategori ini dan RAM yang permanen, jadi konfigurasi awal harus benar sejak pembelian. Data benchmark menyusul lewat input manual.