Spesifikasi
| Prosesor | AMD Ryzen 7 260 |
| GPU | AMD Radeon 780M (Integrated) |
| Layar | 14" WUXGA (1920ร1200) OLED, 60 Hz, aspek rasio 16:10 |
| 100% sRGB | Ya |
| RAM | 16 GB onboard + 1 slot SO-DIMM (upgradeable) |
| Upgrade | RAM Only |
| Baterai / Charger | 70 Wh / 65 W |
| Cooling | 2 Fan |
| Office | Office Home & Student (OHS) โ |
| Backlit Keyboard | Ada โ |
| Numpad | Tidak |
| Garansi | 3 Tahun ยท 3 Tahun ADP |
| Merk | ASUS |
| Model | Vivobook S14 |
| Harga | Rp 17.300.000 |
Benchmark CPU: AMD Ryzen 7 260
| Performa Single-Core | 3.743 |
| Performa Multi-Core | 28.167 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Catatan data: benchmark AMD Ryzen 7 260 belum tersedia di database AstroLaptop, jadi bagian Benchmark CPU akan ditambahkan menyusul. Harga juga belum tercantum di sumber.
Garansi 3 Tahun plus ADP 3 Tahun
Ini yang paling menonjol dari paketnya. Perlindungan ADP selama 3 tahun jarang ditemui, karena mayoritas pabrikan hanya memberi 1 tahun. Sebagai pembanding di project ini, Acer Swift Air 14 dan Swift 14 OLED sama-sama berhenti di 1 tahun ADP, sementara Axioo Pongo 535 yang menawarkan 3 tahun ADP berada di kategori gaming.
Untuk ultrabook yang memang dirancang dibawa bepergian setiap hari, risiko jatuh atau terkena cairan jauh lebih tinggi daripada laptop yang menetap di meja. Jadi perlindungan tiga tahun penuh itu nilainya nyata dan sering lebih berharga daripada selisih beberapa ratus poin di benchmark.
Panel OLED WUXGA 100% sRGB dan Baterai 70 Wh
Panel OLED 14 inch WUXGA dengan aspek rasio 16:10 memberi warna hidup, kontras tinggi, dan ruang vertikal lebih lega dibanding FHD 16:9. Sertifikasi 100% sRGB membuatnya bisa dipercaya untuk editing foto dan video yang hasilnya untuk publikasi.
Baterai 70 Wh adalah yang terbesar di antara ultrabook di project ini, mengungguli 65 Wh milik Swift 14 OLED dan 50 Wh milik Swift Air 14. Dipadukan dengan charger 65 W yang ringkas, laptop ini punya modal kuat untuk dipakai seharian tanpa perlu membawa adaptor. Namun tradeoffnya adalah refresh rate yang berhenti di 60 Hz, jadi scrolling tidak semulus panel 90 Hz.
RAM Onboard dengan Satu Slot Tersisa
Konfigurasi memorinya berada di tengah antara dua pendekatan yang umum. RAM 16 GB sudah disolder ke board, namun ASUS tetap menyediakan satu slot SO-DIMM yang masih kosong. Artinya pengguna bisa menambah kapasitas tanpa membuang komponen bawaan, dan hal itu lebih fleksibel daripada ultrabook yang RAM-nya onboard sepenuhnya.
Namun tradeoffnya adalah bagian yang onboard tetap tidak bisa diganti, jadi kalau suatu saat keping itu bermasalah, perbaikannya menyangkut board. Radeon 780M yang menyertainya juga termasuk iGPU kuat, cukup untuk editing foto, presentasi grafis, dan gaming kasual di setelan rendah.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- ADP 3 tahun penuh, terpanjang di kategori ultrabook
- Garansi 3 tahun
- Panel OLED WUXGA 16:10 dengan 100% sRGB
- Baterai 70 Wh, terbesar di kategori ultrabook
- Satu slot SO-DIMM masih kosong meski RAM onboard
- Radeon 780M, iGPU kuat untuk editing ringan
- OHS sudah dibundel
- Charger 65 W ringkas
Kekurangan
- Benchmark Ryzen 7 260 belum tersedia
- Sebagian RAM onboard, tidak semua bisa diganti
- Refresh rate cuman 60 Hz
- Tidak ada slot SSD tambahan di sumber data
- Tidak ada numpad
- Harga belum tercantum di sumber
Kesimpulan
ASUS Vivobook S14 menawarkan paket yang jarang ditemui di kategori ultrabook, yaitu ADP 3 tahun penuh ditambah baterai 70 Wh terbesar di kelasnya dan panel OLED 100% sRGB. Untuk laptop yang dibawa bepergian setiap hari, kombinasi ini memberi ketenangan sekaligus daya tahan.
Namun tradeoffnya adalah panel yang berhenti di 60 Hz dan sebagian RAM yang onboard permanen. Jadi misal prioritas pengguna adalah kemulusan scrolling, maka Acer Swift 14 OLED dengan opsi 90 Hz akan terasa lebih nyaman meski baterainya lebih kecil.
Direkomendasikan untuk: Pengguna mobile yang memprioritaskan perlindungan jangka panjang dan daya tahan baterai, serta butuh layar akurat untuk kerja konten.