Spesifikasi
| Prosesor | AMD Ryzen AI 5 340 (6 Core / 12 Thread, 2.00 GHz) (Catatan) |
| NPU | Ryzen AI 50 TOPS |
| GPU | Integrated / iGPU |
| Layar | 13" 16:10 (1920ร1200) IPS, 60 Hz (Catatan) |
| 100% sRGB | Ya |
| RAM | 16 GB LPDDR5X 7500 MHz |
| Storage | 512 GB PCIe NVMe M.2 SSD |
| Upgrade | Tidak tercantum di sumber |
| Port | 1x USB-A 10 Gbps, 1x USB-A 5 Gbps, 2x USB-C 10 Gbps (USB PD 3.1, DisplayPort 2.1), 1x HDMI 2.1, 1x combo jack 3.5 mm |
| Baterai / Charger | No Data |
| Bobot | No Data |
| Garansi | 2 Tahun HP Indonesia + ADP |
| OS | Windows 11 Home |
| Office | Office Home & Student (OHS) โ |
| Merk | HP |
| Model | OmniBook 7 Aero 13-BG1666 |
| Harga | โ |
Catatan data: judul sumber tertulis "RYZEN 5 340" dan baris kedua "RYZEN 7 340", sedangkan baris Processor tertulis AMD Ryzen AI 5 340. Halaman ini mengikuti baris Processor.
Catatan data: layar ditulis "2K" di sumber, namun angka resolusinya 1920x1200, jadi yang dipakai adalah angka resolusi. Kode "NGAI" di judul sumber tidak dipakai karena maknanya tidak tercantum.
Catatan data: benchmark AMD Ryzen AI 5 340 belum tersedia di database AstroLaptop, jadi bagian Benchmark CPU akan ditambahkan menyusul. Selain itu, harga, bobot, dan kapasitas baterai belum tercantum di sumber, jadi ditulis No Data dan laptop ini belum masuk filter rentang harga.
Ryzen AI 5 340 dengan NPU 50 TOPS
Prosesornya AMD Ryzen AI 5 340 dengan 6 core dan 12 thread di base clock 2,00 GHz, dan yang paling menonjol adalah NPU Ryzen AI sebesar 50 TOPS. Angka itu yang tertinggi di antara empat ultrabook yang masuk ke AstroLaptop bulan ini, karena Core Ultra 7 256V berhenti di 47 TOPS, Core Ultra 5 226V di 40 TOPS, dan Ryzen 7 8840HS di 16 TOPS.
Namun tradeoffnya adalah jumlah core yang cuman 6, lebih sedikit dari 8 core di Core Ultra 5 226V maupun Ryzen 7 8840HS. Skor benchmark untuk chip ini belum ada di database AstroLaptop, jadi saya belum bisa membandingkan performa CPU-nya secara angka dan bagian itu akan dilengkapi menyusul.
Bodi 13 Inch dengan Port yang Tetap Lengkap
Meski layarnya 13 inch, HP tetap memasang 2 USB-A (10 Gbps dan 5 Gbps), 2 USB-C 10 Gbps dengan USB PD 3.1 dan DisplayPort 2.1, plus HDMI 2.1. Di AstroLaptop, ultrabook 13 inch lain yang ada cuman Apple MacBook Air M2, jadi SKU ini mengisi pilihan 13 inch untuk pengguna yang tetap ingin port fisik lengkap tanpa dongle.
Namun tradeoffnya adalah kedua USB-C-nya berhenti di 10 Gbps, bukan Thunderbolt 4 / USB4 40 Gbps seperti di Lenovo Yoga Slim 7 2-in-1, dan microSD card reader juga tidak tercantum di sumber. Jadi misal pengguna rutin memindahkan file besar dari SSD eksternal atau kartu memori kamera, maka SKU Lenovo itu lebih praktis.
Panel IPS 100% sRGB, Bukan 2K
Layarnya 13 inch 16:10 dengan resolusi 1920x1200, panel IPS 60 Hz, dan cakupan 100% sRGB. Sumber menuliskannya sebagai "2K", namun angka resolusinya adalah 1920x1200, jadi di halaman ini saya mengikuti angka resolusi dan tidak menyebutnya 2K.
Di layar 13 inch, resolusi 1920x1200 sebenernya sudah cukup tajam untuk dokumen dan browsing, dan sertifikasi 100% sRGB membuat warnanya bisa dipakai untuk edit foto ringan. Namun tradeoffnya adalah panel IPS yang kontrasnya tidak bisa menyamai OLED di tiga ultrabook lain pada batch ini, dan refresh rate-nya juga berhenti di 60 Hz.
RAM LPDDR5X 7500 MHz dan Garansi 2 Tahun
RAM-nya 16 GB LPDDR5X 7500 MHz dan storage-nya 512 GB PCIe NVMe, ditambah Windows 11 Home dan Office Home & Student bawaan. Kapasitas 16 GB itu sudah cukup lega untuk multitasking kuliah dan kerja kantoran, meski kecepatannya di bawah 8533 MHz milik Lenovo Yoga Slim 7 2-in-1.
Garansinya 2 tahun HP Indonesia plus ADP, lebih pendek dari Lenovo di batch yang sama yang memberi 3 tahun. Jadi misal pengguna mengutamakan perlindungan jangka panjang, maka SKU Lenovo lebih unggul; namun jika yang dicari adalah bodi 13 inch dengan NPU terbesar dan port lengkap, laptop ini yang lebih tepat.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- NPU 50 TOPS, tertinggi di antara ultrabook batch Oktober 2026
- Bodi 13 inch dengan 2 USB-A, 2 USB-C, dan HDMI 2.1
- USB-C dengan USB PD 3.1 dan DisplayPort 2.1
- Panel 16:10 100% sRGB
- RAM LPDDR5X 16 GB
- Office Home & Student bawaan
Kekurangan
- CPU cuman 6 core, lebih sedikit dari Core Ultra 5 226V dan Ryzen 7 8840HS
- Panel IPS 60 Hz, bukan OLED
- USB-C 10 Gbps, bukan Thunderbolt 4 / USB4
- Garansi 2 tahun, lebih pendek dari Lenovo
- Benchmark CPU belum tersedia di database AstroLaptop
- Harga, bobot, dan baterai belum tercantum di sumber
Kesimpulan
HP OmniBook 7 Aero 13 Ryzen AI 5 340 menonjol lewat NPU 50 TOPS yang tertinggi di batch ini dan bodi 13 inch yang tetap membawa dua USB-A, dua USB-C, serta HDMI 2.1. Panel 100% sRGB dan RAM LPDDR5X 16 GB melengkapi paketnya untuk kerja harian yang sering dibawa bepergian.
Namun tradeoffnya adalah panel IPS 60 Hz, CPU 6 core, dan garansi yang berhenti di 2 tahun. Jadi misal pengguna butuh panel OLED atau Thunderbolt, maka Lenovo Yoga Slim 7 2-in-1 lebih tepat; namun jika ukuran 13 inch dan port fisik lengkap jadi prioritas, SKU ini yang lebih masuk akal.
Direkomendasikan untuk: Pengguna yang mencari ultrabook 13 inch dengan port fisik lengkap dan NPU besar untuk fitur AI, tanpa harus membawa dongle.