Spesifikasi
| Prosesor | Intel Core Ultra 5 226V (8 Core / 8 Thread, 2.10 GHz) (Catatan) |
| NPU | Intel AI Boost 40 TOPS |
| GPU | Integrated / iGPU |
| Layar | 14" FHD+ 16:10 (1920ร1200) OLED, 60 Hz |
| 100% sRGB | Ya |
| RAM | 16 GB LPDDR5X 8533 MHz |
| Storage | 512 GB PCIe NVMe M.2 SSD |
| Upgrade | Tidak tercantum di sumber |
| Port | 1x USB-A 5 Gbps (Always On), 2x USB-C Thunderbolt 4 / USB4 40 Gbps (USB PD 3.0, DisplayPort 2.1), 1x HDMI 1.4b, 1x combo jack 3.5 mm, 1x microSD card reader |
| Baterai / Charger | No Data |
| Bobot | No Data |
| Garansi | 3 Tahun Resmi Lenovo Indonesia + ADP |
| OS | Windows 11 Home |
| Office | Office Home & Student (OHS) โ |
| Merk | Lenovo |
| Model | Yoga Slim 7 2-in-1 |
| Harga | โ |
Catatan data: baris kedua di sumber tertulis "Ultra 7 226V", sedangkan judul dan baris Processor tertulis Ultra 5 226V. Halaman ini mengikuti baris Processor. Selain itu, harga, bobot, dan kapasitas baterai belum tercantum di sumber, jadi ditulis No Data dan laptop ini belum masuk filter rentang harga.
Benchmark CPU: Intel Core Ultra 5 226V
| Performa Single-Core | 3.799 |
| Performa Multi-Core | 18.028 |
Sumber: NanoReview ยท PassMark
Dua Port Thunderbolt 4 di Bodi 14 Inch
Yang paling menonjol dari SKU ini adalah konektivitasnya, karena Lenovo memasang 2 port USB-C Thunderbolt 4 / USB4 40 Gbps yang keduanya mendukung USB PD 3.0 dan DisplayPort 2.1. Ditambah satu USB-A 5 Gbps yang Always On, HDMI 1.4b, dan microSD card reader, pengguna masih bisa menyambungkan flashdisk lama dan kartu memori kamera tanpa membawa dongle tambahan.
Sebagai pembanding, HP OmniBook 7 Aero 13 yang masuk di batch yang sama memakai dua USB-C 10 Gbps, jadi jalur 40 Gbps di Yoga ini empat kali lebih lebar untuk dock atau SSD eksternal. Namun tradeoffnya adalah HDMI yang masih versi 1.4b, jadi untuk monitor eksternal saya lebih menyarankan jalur USB-C dengan DisplayPort 2.1 dibanding port HDMI-nya.
Intel Core Ultra 5 226V dengan RAM LPDDR5X 8533 MHz
Prosesornya Intel Core Ultra 5 226V dengan 8 core dan 8 thread di base clock 2,10 GHz, ditambah NPU Intel AI Boost sebesar 40 TOPS. Skor PassMark multi-core-nya 18.028 dengan NanoReview Final Score 55, angka yang sama dengan Yoga Slim 7i Aura Edition dan Acer Swift 14 OLED karena ketiganya memakai chip yang sama.
RAM-nya 16 GB LPDDR5X 8533 MHz, lebih cepat dari 7500 MHz milik HP OmniBook 7 Aero 13. Namun tradeoffnya adalah skor multi-core di kisaran 18 ribu yang masih kalah jauh dari Ryzen 7 8840HS di HP ENVY x360 14 dengan 24.807, jadi misal pengguna rutin render video atau kompilasi berat, maka chip ini bukan pilihan paling kencang di kelasnya.
Panel OLED FHD+ 100% sRGB
Layarnya 14 inch FHD+ 16:10 (1920x1200) OLED dengan cakupan 100% sRGB, jadi warna untuk dokumen, presentasi, dan edit foto ringan sudah bisa dipercaya. Rasio 16:10 juga memberi ruang vertikal lebih lega untuk membaca dokumen panjang dibanding panel 16:9 yang masih banyak dipakai di kelas harga serupa.
Namun tradeoffnya adalah refresh rate yang berhenti di 60 Hz, sementara Acer Swift 14 OLED dengan chip yang sama sudah memakai panel 90 Hz, dan Yoga Slim 7i Aura Edition varian 226V memakai panel 2.8K OLED yang resolusinya lebih tinggi. Jadi misal pengguna mengutamakan tampilan yang lebih halus atau lebih tajam, maka dua SKU itu lebih unggul; namun jika prioritasnya konektivitas Thunderbolt, SKU ini yang lebih masuk akal.
Garansi 3 Tahun plus ADP dan OHS Bawaan
Paket purna jualnya garansi resmi Lenovo Indonesia 3 tahun plus ADP, ditambah Windows 11 Home dan Office Home & Student bawaan. Durasi tiga tahun ini melampaui dua ultrabook HP di batch yang sama yang berhenti di 2 tahun, dan cakupan ADP menanggung kerusakan akibat kecelakaan seperti terjatuh atau tumpahan cairan.
Data mengenai layar sentuh, stylus, bobot, dan kapasitas baterai tidak tercantum di sumber, jadi saya tidak menuliskannya sebagai fitur di halaman ini. Pengguna yang membeli karena label 2-in-1 sebaiknya memastikan detail itu langsung ke penjual sebelum checkout.
Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan
- Dua port Thunderbolt 4 / USB4 40 Gbps dengan DisplayPort 2.1
- RAM LPDDR5X 8533 MHz, lebih cepat dari HP OmniBook 7 Aero 13
- Panel OLED 100% sRGB dengan rasio 16:10
- microSD card reader dan USB-A Always On masih tersedia
- Garansi resmi 3 tahun plus ADP
- Office Home & Student bawaan
- NPU 40 TOPS untuk fitur AI di Windows 11
Kekurangan
- Panel 60 Hz, kalah dari Acer Swift 14 OLED yang 90 Hz
- Resolusi FHD+, di bawah Yoga Slim 7i Aura Edition varian 226V yang 2.8K
- HDMI masih versi 1.4b
- Skor multi-core 18.028, kalah jauh dari Ryzen 7 8840HS
- Harga, bobot, dan baterai belum tercantum di sumber
- Data layar sentuh dan stylus tidak tercantum
Kesimpulan
Lenovo Yoga Slim 7 2-in-1 Ultra 5 226V menonjol lewat dua port Thunderbolt 4 / USB4 40 Gbps yang jarang lengkap di ultrabook 14 inch, ditambah RAM LPDDR5X 8533 MHz, panel OLED 100% sRGB, dan garansi 3 tahun plus ADP. Paket ini cocok untuk pengguna yang sering menyambungkan dock, monitor, atau SSD eksternal.
Namun tradeoffnya adalah panel yang berhenti di 60 Hz dengan resolusi FHD+, dan skor multi-core yang masih di kisaran 18 ribu. Jadi misal pengguna butuh performa multi-core tinggi, maka HP ENVY x360 14 lebih tepat; namun jika yang dicari adalah konektivitas dan purna jual panjang, SKU ini yang lebih masuk akal.
Direkomendasikan untuk: Mahasiswa dan pekerja mobile yang butuh dua port Thunderbolt 4 untuk dock atau monitor eksternal, dengan panel OLED akurat warna dan garansi panjang.